<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss version="2.0">
  
<channel>  
<title>Beda &amp; Company</title>  
<description>A Management Consulting House that is ready to assist leaders who are keen to ensure that their organization capacity always fits with the challenge at any time. 
We are the partner for ambitious leaders who wish to keep their organization advantage intact</description>  
<link>http://www.bedacompany.com</link>  
  
<!--Individual Items of our RSS Feed  
//Connect to a database and and display each new item in our feed      
  
//Create SQL Query for our RSS feed-->  
<item>
<title>Genghis Khan (&#1063;&#1080;&#1085;&#1075;&#1080;&#1089; &#1061;&#1072;&#1072;&#1085;)</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/35/genghis-khan-(&-1063-&-1080-&-1085-&-1075-&-1080-&-1089--&-1061-&-1072-&-1072-&-1085-)/</link>
<description>Kepemimpinan bagi sebagian besar orang memiliki konotasi perbuatan baik yang positif. Namun, kali ini kita merefleksi pelajaran dari kepemimpinan Genghis Khan, tokoh kontroversial yang hidup 8 abad lalu, dengan 6 prinsip universal yang tidak seluruhnya dapat dikatakan bernilai luhur.</description>
<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 22:04:35 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Kapital dan Entrepreneurs</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/34/kapital-dan-entrepreneurs/</link>
<description>Begitu pentingnya masalah pertumbuhan ekonomi sehingga tidak ada hentinya upaya para ahli menyelidiki sebabyang bisa menjamin kelanggengan pertumbuhan suatu perekonomian. Mencermati sejarah dan mengamati referensi dengan teliti memang tidak akan pernah membuat kita mampu menjelaskan fenomena penting ini. Tapi,perjalanan melakukan observasi panjang atas fenomena pertumbuhan ekonomi telah membawa saya pada 3 hal yang menarik untuk dibagikan.</description>
<pubDate>Thu, 19 May 2011 22:41:46 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Direktur dan Direction</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/33/direktur-dan-direction/</link>
<description>Seharusnya, pada masa ini perekonomian Indonesia bisa tumbuh jauh lebih cepat dari 7-8% p.a. mengingat momentum yang sedang tersedia sangat luar biasa. Konteks perekonomian global yang morat-marit telah menyediakan suatu kesempatan yang sangat jarang terjadi bagi perekonomian Indonesia. Tapi di mana peran para direktur perusahaan kecil yang mampu menumbuhkan skala usahanya ke tingkat menengah, dan ke mana saja para direktur perusahaan skala menengah yang harusnya memanfaatkan kesempatan ini agar perusahaannya dapat mencapai skala besar bahkan raksasa? Di mana kegiatan entrepreneurial yang menjadi tanggung-jawab manajerial para direktur bergaji besar?</description>
<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 04:36:59 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Hidden Champions</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/32/hidden-champions/</link>
<description>Perusahaan-perusahaan kelas menengah Jerman telah menjadi misteri dan banyak didambakan oleh para pengusaha di berbagai penjuru dunia. Pada pertengahan tahun 1990an dan akhir dasawarsa pertama abad XXI, perusahaan-perusahaan kelas menengah Jerman yang disebut oleh studi Hermann Simon sebagai 'Hidden Champions', telah menunjukkan prestasinya yang istimewa. ...Mencermati gerak-gerik dan evolusi para hidden champions selama berpuluh tahun, seharusnya membuat kita sadar bahwa Indonesia juga memerlukan sekumpulan besar perusahaan skala menengah yang tangguh dan bisa masuk dalam kategori hidden champions. Perusahaan-perusahaan seperti ini harusnya ada di berbagai penjuru tanah air saat ini. </description>
<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 20:11:00 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Prinsip Gervais</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/31/prinsip-gervais/</link>
<description>Bagi saya satire seri TV "The Office" menarik karena mengingatkan kita akan adanya perspektif lain tentang kenyataan hidup dalam organisasi suatu perusahaan. Bagi saya tetap saja sulit membayangkan fungsionalitas dari pandangan ini, dan bahkan saya belum bisa membayangkan apa dampak insprisasi Gervais ini pada kaum clueless di tingkat manajemen madya. Apakah mereka akan mendapat ide baru untuk menghindari posisi mereka saat ini dan secepatnya meloncat ke tingkat hirarki organisasi yang lebih tinggi? Apakah mereka perlu menjadi seorang sosiopat untuk bisa mencapai jenjang karir puncak dan bertahan cukup lama di sana?</description>
<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 20:04:23 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Selamat Jalan Tahun 2010</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/30/selamat-jalan-tahun-2010/</link>
<description>Tahun 2010 kita mulai dengan banyak harapan dan mimpi akan hal-hal baik dan besar. Karena itu, ada baiknya juga di ujung tahun ini kita mengenang dan menilai apa saja yang telah terjadi sepanjang tahun. Saya mencatat ada 3 peristiwa  besar dan tak lazim terjadi, tetapi telah terjadi selama tahun ini. Hampir semuanya tidak terbayang bagi sebagian besar masyarakat kita pada waktu mengawali tahun 2010 ini. </description>
<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 19:53:35 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Provenance Paradox </title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/29/provenance-paradox-/</link>
<description>Bagaimana bangsa Indonesia dapat melahirkan produk-produk unggulan dari berbagai penjuru tanah air? Pertanyaannya adalah seberapa tekun dan sabar kita membangun keterampilan yang dapat menghasilkan produk unik, seperti: kopi luwak dan kerajinan rotan, sehingga bisa memperoleh hati di mata masyarakat dunia, sebagaimana halnya champagne dan Toyota? Saya tidak percaya sepenuhnya akan kemampuan manusia membuat grand design tentang masa depan. Tetapi saya percaya kombinasi ketekunan dan kesabaran dengan momentum pasar serta kejelian memanfaatkannya akan menjadi kunci keberhasilan bagi berbagai produk Indonesia dari seluruh pelosok tanah air untuk memasuki dan merasuki hati konsumen di pasar dunia</description>
<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 21:03:41 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Profesi dan Pelayanan Pelanggan</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/28/profesi-dan-pelayanan-pelanggan/</link>
<description>Kalau kita mendengar kata 'profesionalisme' maka yang pertama terbersit di kepala kita barangkali adalah sekumpulan sikap dan perilaku yang santun, tertib, serta terampil dalam melayani kepentingan pelanggan. Dalam bidang usaha apa pun profesionalisme sangat diidamkan dan dihargai.  Namun demikian, kali ini saya ingin secara khusus berbagi kisah perusahaan yang sepenuhnya bersandar pada penyediaan jasa profesi, seperti: pengacara atau notaris, dokter atau dokter gigi, konsultan konstruksi atau psikologi, akuntan atau appraisal, dan lain sebagainya... Namun demikian, tetap saja masih banyak orang yang melecehkan ukuran perusahaan penyedia layanan profesi (professional service firm/PSF) ini. Mengembangkan usaha dan organisasi perusahaan sejenis ini tidak bisa dilakukan dengan cara yang lazim dilakukan pada perusahaan lainnya</description>
<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 20:45:46 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Pabrik 'manusia' siap maju?</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/27/pabrik-manusia-siap-maju-/</link>
<description>...ternyata perbedaan expectations antarmanusia dalam proses kerja berorganisasi merupakan pemicu awal semua frustrasi di arena Sumber Daya Manusia (SDM) ini. Atasan berharap bawahan bisa melakukan pekerjaannya dengan mudah, sementara bawahan berharap atasan dapat memberi arahan yang tepat sehingga mudah melaksanakan petunjuk yang diberikan. 
Atasan mencemooh bawahan yang tidak becus mengerjakan tugasnya. Bawahan menertawakan atasan yang cuma bisa main perintah tanpa tahu persis apa yang diperintahkannya. Lalu, apa jalan keluarnya? Jalan keluar paling umum bagi banyak pimpinan perusahaan adalah melakukan pelatihan (training) manajemen. Training dianggap salah satu 'mesin' pencetak SDM yang lebih mampu bekerja</description>
<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 20:42:17 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Mari ber-Organisasi!</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/26/mari-ber_organisasi!/</link>
<description>Beberapa minggu terakhir ini secara tidak sengaja saya berinteraksi dengan beberapa klien yang mengeluhkan organization dysfunctionality yang mereka harus hadapi dalam kehidupan dunia kerja mereka, baik di sektor Pemerintahan dan publik maupun di sektor swasta dan nirlaba. Hal ini membuat saya teringat akan beberapa artikel dalam jurnal ilmiah manajemen di tahun 1980-an yang membahas isu organisasi dari sudut pandang ilmu patologi (penyakit). Sayangnya, kajian ilmiah ini tidak pernah berkembang lebih lanjut di dasawarsa berikutnya.
Yang saya maksud dengan organization dysfunctionality adalah tidak bekerjanya organisasi dengan baik sebagaimana harapan ketika mereka ditetapkan</description>
<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 20:37:07 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Terbuka</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/25/terbuka/</link>
<description>Visi SBS tentang kelanggengan pertumbuhan kemakmuran Indonesia di masa depan akan sangat bersandar pada pertumbuhan ekonomi daerah, bagi saya adalah sesuatu yang sangat masuk akal.
Tersebarnya sumber daya alam yang subur dan kaya, serta besarnya jumlah penduduk sebagai potensi konsumen di berbagai penjuru tanah air ini tentu merupakan sesuatu yang tak bisa diingkari oleh siapa pun. Indonesia memang berpotensi luar biasa. Namun demikian, saya tidak mau menerima argumen sederhana, konkrit dan jelas ini begitu saja.  Kalau argumen itu sedemikian masuk akal dan jelas bagi siapa pun, mengapa kemakmuran yang berkeadilan belum menjadi kenyataan sebagaimana idaman kita semua</description>
<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 20:34:44 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Keluarga: Institusi, Tradisi, dan Transisi</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/24/keluarga--institusi,-tradisi,-dan-transisi/</link>
<description>Bisnis perusahaan keluarga memang sangat bervariasi, mulai dari perkebunan anggur di Perancis Selatan sampai kerajinan rotan di berbagai pelosok Indonesia, dari bisnis agen asuransi di pojok-pojok jalan di daratan Amerika Utara sampai usaha jasa rumah makan di seluruh belahan bumi ini. Namun semuanya memiliki ciri yang sama, yaitu: daya juang dan daya tahan yang tangguh. Sekali pun ada mitos bahwa perusahaan-perusahaan publik yang transparan akan lebih tahan menghadapi berbagai badai di lingkungan usahanya, tapi saya terus-menerus menyaksikan betapa perusahaan keluarga tidak kalah resilience dalam menangani masa paceklik mereka</description>
<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 20:28:00 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Paradoks Kinerja </title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/23/paradoks-kinerja-/</link>
<description>...berbagai metode pengukuran kinerja pun makin banyak yang ditawarkan, dan barangkali  kerangka pikir Balanced Score-Card merupakan salah satu yang terpopuler. Dengan pengetahuan tentang berbagai metode tersebut kita dibuat semakin sadar akan ukuran kinerja individual kita, namun demikian celakanya sejalan dengan itu semakin buruk pula kinerja kita secara kolektif. Selain paradoks tersebut (yaitu: paradoks ukuran kinerja individu bertentangan arah dengan pencapaian kinerja kolektif yang nyata), masih ada 3 paradoks kinerja lainnya yang lebih menarik lagi untuk diperhatikan. Paradoks adalah kondisi yang secara sekilas tampak bertentangan, tapi secara nyata kondisi tersebut hadir berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain</description>
<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 20:24:56 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Menjaga Keseimbangan</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/22/menjaga-keseimbangan/</link>
<description>...bahwa dalam dunia pemasaran property ada 3 pemain dengan 3 peran berbeda yang saling melengkapi agar terjadi keseimbangan ekosistem di pasar. Pertama adalah master franchise, pemilik brand. Dalam kasus Century 21, master franchise-nya adalah grup bisnis Ciputra. Kedua adalah principal franchisee, sebagai pengelola tenaga pemasaran yang membeli brand, seperti: Ali Hanafia. Ketiga adalah tenaga pemasaran yang berlisensi untuk melakukan kegiatan brokerage di bidang property, seperti 150 tenaga pemasaran di bawah supervisi Ali Hanafia dalam bisnis franchise Century 21. Ketiga pemain ini saling membutuhkan satu sama lain, dan dalam kaitan kerja-sama yang sederhana di antara mereka bertiga ternyata ada 'ikatan' kekompakan yang fragile dan harus dikawal oleh beberapa 'elemen' yang sama-sama dipahami semua pihak.</description>
<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 20:17:17 +0700</pubDate>
</item>  
<item>
<title>Seribu Satu Kesempatan</title>
<link>http://www.bedacompany.com/read-articles/21/seribu-satu-kesempatan/</link>
<description>Saya tidak keberatan kalau Indonesia dikatakan sedikit tertinggal dalam penguasaan teknologi termutakhir. Tapi saya sangat keberatan kalau kita cuma menyesali nasib 'ketertinggalan' ini dan menyerah pada kenyataan bahwa kita memang sudah terlanjur 'tertinggal'. Bagi saya bangsa Indonesia memiliki penguasaan teknologi yang baik dari jaman ke jaman. Masalah ketertinggalan bukanlah masalah besar apabila kita terus bersemangat untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Berapa sulit?</description>
<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 07:06:43 +0700</pubDate>
</item>  
</channel>  
</rss>  

